Jakarta (KABARIN) - Produsen mobil global Stellantis baru saja merilis laporan keuangan 2025 yang menunjukkan kerugian besar setelah perusahaan mengubah strategi terkait kendaraan listrik.
Laman Drive melaporkan Senin (2/3) bahwa Stellantis menyebut kerugian ini terjadi karena "pergeseran strategi untuk menempatkan preferensi pelanggan dan kebebasan memilih kembali menjadi pusat rencana perusahaan."
Pendapatan bersih perusahaan tahun lalu tercatat 153,5 miliar Euro atau sekitar Rp3 kuadriliun, turun dua persen dibandingkan 2024. Kerugian mencapai 22,3 miliar Euro atau sekitar Rp442,1 triliun yang sebagian besar berasal dari biaya penyesuaian strategi elektrifikasi sebesar 25,4 miliar Euro (Rp503,5 triliun).
Perubahan strategi elektrifikasi ini juga dilakukan produsen lain seperti Ford, Honda, Mercedes-Benz, dan Volkswagen karena target emisi di AS melunak dan permintaan mobil listrik menurun di pasar global.
Meski rugi besar, performa paruh kedua 2025 cukup solid dan proyeksi 2026 menunjukkan potensi untung kembali, membuat saham Stellantis naik enam persen di Bursa Saham New York.
“Hasil setahun penuh 2025 kami mencerminkan biaya dari perkiraan yang berlebihan terhadap laju transisi energi dan kebutuhan untuk mengatur ulang bisnis kami berdasarkan kebebasan pelanggan untuk memilih dari berbagai teknologi listrik, hibrida, dan pembakaran internal,” ujar CEO Antonio Filosa.
Pengiriman kendaraan grup naik 11 persen menjadi 2,8 juta unit, meningkat 277.000 unit dibanding 2024, dengan Amerika Utara menjadi kontributor terbesar.
Filosa menambahkan, “Pada paruh kedua tahun, kami mulai melihat tanda-tanda awal kemajuan, hasil awal dari upaya kami meningkatkan kualitas, peluncuran produk baru yang berjalan baik, dan pertumbuhan pendapatan yang kembali positif. Pada 2026, fokus kami adalah terus menutup celah eksekusi dari masa lalu dan menambah momentum untuk kembali ke pertumbuhan yang menguntungkan.”
Produk Stellantis 2026 akan mencakup Jeep Cherokee generasi baru dengan sistem hibrida penuh ‘closed loop’, Dodge Charger Six-Pack versi bensin, RAM 1500 V8, serta pikap Dodge Dakota untuk pasar Amerika Selatan. Di Eropa, perusahaan akan menghadirkan versi listrik Citroen C5 Aircross dan Jeep Compass, serta Fiat 500 mild-hybrid untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara luas.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026